Shalat Tahajjud (Bagian-2)

  • Diceritakan dari Ali bin Abi Thalib r.a., bahwa pada suatu malam Nabi saw. mengetuk pintu rumahnya bersama Fathimah binti Rasulullah saw.  Sabda beliau : " Kenapa kalian tidak shalat?". Jawab Ali, "Ya, Rasulullah! Diri kami di tangan Allah. Apabila Dia menghendaki kami bangun, kami akan bangun". Mendengar jawaban itu beliau berpaling tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepadaku. Tetapi kemudian aku mendengar beliau memukul pahanya sendiri, dan berkata : "Wa kaanal insaanu aktsara syay-in jadalaa". (Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah). 1)

Shalat Tahajjud (Bagian-1)

  • Dari Ibnu Abbas r.a., katanya : "Apabila Rasulullah saw. bangun tengah malam hendak shalat tahajjud, beliau membaca :
"Allahumma lakal hamdu anta qayyimus samaawati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu mulkus samaawaati wal ardhi waman fiihinna, walakal hamdu nurus samaawati wal ardhi, walakal hamdu antal haqqu wa wa'dukal haqqu wa liqaauka haqqun wa qawluka haqqun wal jannatu haqqun wan naaru haqqun wan nabiyyuna haqqun wa Muhammadun shallallahu 'alaihi wa sallama haqqun, wa saa'atu haqqun.

Membersihkan Gigi dan Memakai Harum-Haruman

Abu Sa'id r.a. mengatakan, bahwa dia menyaksikan Rasuullah saw. bersabda : "Mandi hari Jum'at adalah wajib atas setiap orang dewasa. Begitu juga menggosok gigi dan memakai harum-haruman kalau mungkin".

Umat Islam Yang Terakhir Tetapi Yang Utama

Diceritakan oleh Abu Hurairah r.a., bahwa dia mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Kita ini adalah umat terakhir, tetapi terkemuka. Mereka (Yahudi dan Nashara) lebih dahulu diturunkan kepada mereka kitab. Dan hari ini (Jum'at) adalah hari diwajibkan kepada mereka shalat. Tetapi mereka berselisih pendapat tentang hari itu. Karena itu Allah swt. memberi petunjuk kepada kita tentang hari itu. Sedang orang lain mengikuti di belakang kita, yaitu Yahudi besoknya (Sabtu) dan Nasrani lusa (Ahad)

Yang Tidak Penyayang Tidak Disayangi

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : Rasulullah saw. mencium Hasan bin 'Ali. Ketika itu disampingnya duduk Aqra' bin Habis. Al-Aqra' berkata : "Saya mempunyai sepuluh orang anak. Tidak seorangpun dari mereka yang pernah saya cium". Rasulullah saw. memandang kepadanya, kemudian berkata : "Siapa yang tidak mengasihi tidak akan dikasihi".

Memperhubungkan Silahturrahmi

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : "Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendakah ia menghubungkan tali silaturrahmi".

Pembagian Makan di Waktu Perbekalan Hampir Habis

Dari Salamah r.a., katanya : "Orang banyak kekurangan makanan dan kehabisan perbekalan, lalu mereka menghadap Nabi saw. minta izin untuk menyembelih unta mereka, dan beliau mengizinkannya. Kemudian Umar menemui mereka, lalu mereka ceritakan kepadanya. Kata Umar : "Bagaimanakah lagi kalau habis untamu?".

Rangsum Makanan di Kalangan Tentara

Dari Jabir bin Abdullah r.a., ia berkata : Rasulullah saw. mengirim sepasukan tentara ke jurusan pantai. Beliau mengangkat sebagai pemimpin mereka Abu 'Ubaidah bin Jarrah. Jumlah mereka adalah tiga ratus orang, diantaranya saya. Kami berangkat sehingga ketika kami berada di suatu tempat, perbekalan habis.

Apabila Wanita Berjalan jauh Haruslah Ditemani Suami atau Muhrim

  • Abu Hurairah r.a. memberitakan, bahwa Nabi saw. bersabda : "Tidak halal bagi wanita yang percaya kepada Allah dan hari akhirat, berjalan sehari semalam tanpa ditemani muhrimnya". 1)
  • Qaza'ah Maula Ziyad berkata : "Aku mendengar Abu Sa'id Al Khudri mengatakan empat macam ajaran dari Nabi saw. yang sangat aku kagumi dan kunilai tinggi. Yaitu :

Shalat Qashar

  • Dari Ibnu Abbas, katanya : "Nabi saw. pernah menetap selama sembilan belas hari dan beliau mengqashar shalat".
  • Dari Ibnu Mas'ud r.a., ketika dia ditanya orang perihal shalat Usman di Mina empat raka'at, dia membaca istirja' 1) kemudian berkata : "Aku shalat bersama Nabi saw. di Mina dua rakaa'at. Kemudian bersama Abu Bakar r.a. dan Umar r.a., dua raka'at (yaitu, ketika keduanya telah menjabat khalifah). Wahai kiranya aku untung, karena dua raka'at sama nilainya dengan empat raka'at (di sisi Allah)".

Adzan Dua-dua, Qamat Satu-satu

  • Dari Anas r.a., katanya : "Bilal disuruh oleh Nabi saw. supaya menggenapkan bacaan Adzan dua-dua kali, dan mengganjilkan bacaan Qamat satu-satu kali, selain bacaan "Qad Qaamatish Shalah".
  • Dari Anas bin Malik r.a., katanya : "Setelah orang Islam bertambah banyak, mereka mengusulkan supaya memberitahukan waktu shalat telah tiba, dengan suatu tanda yang mudah dikenal. Ada yang mengusulkan supaya menyalakan api atau membunyikan lonceng. Maka disuruh Nabi saw. Bilal supaya menggenapkan bacaan Adzan dan mengganjilkan Qamat".

Panggilan Untuk Shalat

Ibnu Umar r.a. mengatakan, bahwa ketika kaum Muslimin baru  datang ke Madinah dan mereka seang berkumpul, waktu shalat tiba. Tetapi tidak ada panggilan (pemberitahuan) untuk shalat. Karen itu, maka pada suatu hari mereka rundingkan hal itu bersama-sama.
Kata setengah mereka, "Buatlah lonceng seperti lonceng Nasrani".
Kata yang lain, "Buatlah terompet seperti terompetnya orang Yahudi".
Kata Umar (bin Khattab), "Mengapa tidak disuruh saja seorang laki-laki memanggil shalat".
Kata Nabi saw., "Hai Bilal! Berdirilah! Panggil orang banyak shalat!".

Yang Lebih Berhak Dipergauli Dengan Baik

Dari Abu Hurairah r.a., katanya : "Datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw. dan bertanya : "Wahai Rasulullah! Siapakah yang paling berhak saya pergauli dengan baik?". Jawab beliau : "Ibumu!". Tanya orang itu : "Sesudah itu siapa?". Jawab beliau : "Ibumu!". Tanya orang itu lagi : "Kemudian itu siapa lagi?". Jawab beliau : "Ibumu!". Tanya orang itu : "Siapa lagi?". Jawab beliau : "Kemudian itu bapakmu".

Amal Yang Lebih Disukai Allah

Dari Abdullah r.a., katanya : "Saya bertanya kepada Nabi saw. "Apakah amalan yang dikasihi Allah?". Jawab beliau : "Sembahyang dalam waktunya". Tanya Abdullah : "Kemudian itu apa?". Jawab beliau : "Berbuat baik (berbakti) kepada ibu-bapak". Tanya Abdullah : "Kemudian itu apa?". Jawab beliau : "Berjuang di jalan Allah".

Rasul Menjauhkan Diri Dari Isteri-Isteri Beliau

Dari Anas r.a., katanya : Rasulullah saw. bersumpah untuk menjauhkan diri dari isteri-isteri beliau selama satu bulan. Telapak kaki beliau menjadi bengkak, ketika beliau duduk di atas tempat yang tertinggi, datang Umar bin Khattab dan berkata : "Tuan ceraikankah isteri-isteri tuan?" Beliau menjawab : "Tidak! Akan tetapi saya bersumpah menjauhkan diri dari mereka selam satu bulan". Maka setelah berlangsung dua puluh sembilan hari, beliau turun, lalu masuk ke tempat isteri beliau.